Memasuki tahun 2026, lanskap ancaman siber telah bergeser dari sekadar menyerang laptop atau server tradisional ke arah eksploitasi perangkat terhubung yang sering terlupakan. Laporan terbaru dari Forescout bertajuk “Device Security: The Riskiest Devices of 2026” mengungkapkan kenyataan yang mengkhawatirkan: Perangkat yang paling tidak terlihat sering kali menjadi titik masuk yang paling mematikan bagi penyerang.
Artikel ini membedah kategori perangkat dengan profil risiko tertinggi tahun ini dan mengapa visibilitas tanpa agen (agentless visibility) kini menjadi keharusan, bukan lagi pilihan.
1. Kategori Perangkat dengan Risiko Tertinggi di Tahun 2026
Laporan Forescout mengelompokkan perangkat paling berisiko ke dalam empat kategori utama berdasarkan frekuensi serangan dan tingkat kerentanan:
A. Perangkat Jaringan dan Infrastruktur (The Gateway)
Router, VPN konsentrator, dan firewall kini menjadi target utama. Penyerang menggunakan alat AI untuk menemukan celah pada perangkat ini guna mendapatkan akses awal (initial access) ke seluruh jaringan perusahaan.
B. Internet of Medical Things (IoMT)
Di sektor kesehatan, pompa infus, mesin pemantau pasien, dan sistem pencitraan medis (MRI/CT Scan) berada dalam posisi rentan. Banyak dari perangkat ini menggunakan sistem operasi lama yang tidak bisa diperbarui, menjadikannya target empuk untuk serangan ransomware yang dapat mengancam nyawa.
C. Teknologi Operasional (OT) dan ICS
Sistem kontrol industri (PLC) dan pengontrol gedung pintar (HVAC/Lift) terus menunjukkan peningkatan risiko. Kompromi pada perangkat ini dapat menyebabkan gangguan fisik pada lini produksi atau fasilitas kantor.
D. Perangkat IoT Perkantoran (The Silent Observers)
Kamera CCTV, telepon VoIP, dan printer pintar sering kali memiliki kata sandi bawaan (default) yang lemah dan jarang dipantau oleh tim keamanan IT, menjadikannya “batu loncatan” sempurna untuk pergerakan lateral peretas.
2. Mengapa Perangkat Ini Sangat Berisiko?
Forescout mengidentifikasi tiga faktor utama yang meningkatkan profil risiko perangkat di tahun 2026:
-
Ketidakmampuan Menginstal Agen: Sebagian besar perangkat IoMT, OT, dan IoT tidak mendukung instalasi perangkat lunak keamanan (seperti EDR), sehingga mereka tetap menjadi “area buta” bagi tim IT.
-
Sistem Operasi Warisan (Legacy OS): Banyak perangkat kritis masih menjalankan versi Linux atau Windows yang sudah tidak didukung, namun tetap terhubung ke internet.
-
Konfigurasi yang Salah: Akibat kompleksitas jaringan hibrida, banyak perangkat secara tidak sengaja terpapar langsung ke internet publik tanpa perlindungan yang memadai.
3. Strategi Mitigasi: Melampaui Pemindaian Tradisional
Untuk menghadapi ancaman perangkat berisiko tinggi, Forescout merekomendasikan pendekatan Cybersecurity Berbasis Visibilitas:
-
Deteksi Tanpa Agen (Agentless Discovery): Menggunakan pemantauan lalu lintas jaringan secara pasif untuk mengidentifikasi 100% perangkat yang terhubung tanpa mengganggu operasional perangkat medis atau industri yang sensitif.
-
Analisis Risiko Berkelanjutan: Menilai postur keamanan setiap perangkat secara real-time, bukan hanya saat audit tahunan.
-
Segmentasi Otomatis: Mengisolasi perangkat yang memiliki risiko tinggi (seperti kamera CCTV atau mesin pabrik lama) ke dalam zona jaringan yang terpisah agar tidak bisa mengakses server data sensitif.
4. Relevansi bagi Organisasi di Indonesia (Era UU PDP 2026)
Di Indonesia, dengan implementasi penuh Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), tanggung jawab organisasi untuk mengamankan setiap titik masuk data menjadi sangat krusial. Perangkat IoT yang tidak aman dapat menjadi celah kebocoran data pribadi yang berujung pada sanksi hukum berat.
Bagi sektor perbankan, manufaktur, dan kesehatan di Indonesia, memahami perangkat mana yang paling berisiko di jaringan mereka adalah langkah pertama untuk memenuhi standar kepatuhan nasional dan menjaga kepercayaan publik.
Lindungi Aset Digital Anda Bersama iLogo Indonesia
Laporan dari Forescout Indonesia menegaskan satu hal: Anda tidak bisa mengamankan apa yang tidak Anda lihat. Di tahun 2026, visibilitas adalah bentuk pertahanan terbaik.
iLogo Indonesia hadir sebagai partner strategis terbaik Anda dalam menghadirkan solusi Identity & Device Security terdepan dari Forescout. Sebagai pakar infrastruktur IT di Indonesia yang berpengalaman menangani akun strategis BUMN dan swasta, kami siap membantu Anda melalui:
1. Audit Visibilitas Perangkat (Asset Discovery)
Kami membantu Anda memetakan 100% perangkat yang terhubung ke jaringan Anda—termasuk IoT, OT, dan IoMT—dan memberikan penilaian risiko instan untuk setiap perangkat tersebut.
2. Implementasi Forescout Platform
Menyediakan perlindungan menyeluruh tanpa perlu menginstal agen, memastikan perangkat lama dan perangkat pintar Anda tetap berada dalam pengawasan ketat.
3. Otomatisasi Kepatuhan UU PDP
Membantu Anda membangun kontrol akses yang terdokumentasi dan terisolasi, memastikan setiap perangkat yang mengakses data pribadi telah tervalidasi dan aman.
4. Dukungan Ahli Keamanan Lokal
Tim iLogo Indonesia memberikan layanan dukungan teknis dan konsultasi strategis untuk membantu Anda memprioritaskan perbaikan pada perangkat yang paling berisiko di infrastruktur Anda.
Jangan biarkan perangkat yang terlupakan menjadi pintu masuk serangan siber. Jadikan iLogo Indonesia sebagai mitra strategis IT Anda untuk mengimplementasikan solusi Forescout yang cerdas dan transparan.
Siap mengidentifikasi perangkat paling berisiko di jaringan Anda? Hubungi iLogo Indonesia sekarang untuk konsultasi mendalam dan demo solusi visibilitas Forescout untuk masa depan digital yang lebih aman!
